Rabu, 16 November 2011

Mahasiswa Agent Of Change

 Mahasiswa Agent of Change, Agent of Control
Oleh Dedi Prestiadi*
Berbicara masalah mahasiswa nampaknya tak bisa lepas dari peranan mahasiswa itu sendiri. Banyak dikalangan mahasiswa mengatas namakan bahwa dirinya adalah agent of change, agen yang dapat memberikan dan membawa perubahan, tapi permaslahannya agen yang seperti apa? perubahan seperti apakah? Dan yang bagaimana?
Tentunya kita ingat tahun 1998 ketika terjadi reformasi dibalik peristiwa itu ada satu tokoh yang tidak bisa kita lupakan yakni mahasiswa. Berkaca pada fakta sejarah tersebut tentunya kita dapat melihat apa yang diinginkan oleh mahasiswa pada saat itu tidak lain adalah untuk mengadakan perubahan. Kenapa pada waktu itu yang berdemo dan beraspirasi bukan masyarakat sipil, pegawai ataupun ormas-ormas tertentu? Disini kita dapat melihat bahwa perananan dan tanggung jawab mahasiswa sungguh sangat besar yang digadang-gadang sebagai agent of change, sosok yang mampu membawa perubahan ke arah yang lebih baik baik itu dengan cara konstruktif maupun destruktif.
Memang benar jika dikatakan mahasiswa sebagai agent of change, agen yang mampu membawa perubahan baik itu pada sikap pribadi ke arah yang lebih baik lagi dan juga pada tingkat sosial. Seorang agen yang harus memiliki sikap kritis transformatif, sikap yang mampu tanggap dan peduli terhadap diri dan lingkungan minimal di lingkungan tempat ia tinggal untuk dapat menstransferkan ilmu yang dimilikinnya melalui sebuah ide-ide dan gagasan-gagsan cemerlang dengan menstransformasi keadaan yang dianggap memiliki masalah untuk memberikan solusi atas permasalah yang ada untuk perubahan yang lebih baik  lagi.
Mahasiswa sebagai agent of change tidak terbatas pada upaya-upaya yang bersifat perubahan, melainkan mahasiswa harus mampu menjadi agent of control. Perubahan saja tidak cukup bagi seorang mahasiswa tetapi harus mampu mengendalikan dan mengontrol dirinya untuk selalu berperilaku yang mencerminkan suatu agen yang menjadi uswatun khasanah dalam perubahan dan juga  partisipasi aktif dalam kontrol sosial.
Tentunya hal ini sungguh sangat istimewa jika mahasiswa sudah mampu menjadi agent of change dan agent of control, pastilah mahasiswa dalam memperjuangkan usahanya untuk perubahan selalu diikuti sikap control diri. dan pastinya kita tidak akan melihat aksi-aksi mahasiswa yang bersifat anarkis yang tidak mencerminkan diri sebagai agen perubahan.
Biodata Penulis
*)Penulis adalah mahasiswa STAIN Purwokerto jurusan Tarbiyah Kependidikan Islam