Minggu, 11 November 2012

Sepenggal Kenangan


Kenanglah kenanganmu....
By: Dedi P

Kenangan tak akan pernah mati meski waktu senantiasa menua, kenangan ibarat potret-potret kehidupan yang senantiasa berjalan, perlahan menjauh bersama waktu. Hemmzzz, membicarakan kenangan mungkin akan terlintas banyak hal dalam diri kita. entah itu kenangan baik, buruk, lucu bahkan kenangan yang jika kita mengingatnya menjadi berfikir “Kok dulu bisa seperti ini yah,... “ bisa membuat kita tertawa, malu atau senyum bahagia.
Well, terlalu panjang jika aku harus mengungkapkan seluruh kenangan dalam hidupku. So aku hanya akan mengisahkan sedikit dari kenangan yang membuat aku teringat dan senyum keheranan dan sedikit malu tentunya.
Baiklah begini ceritanya, sebulumnya aku tidak bermaksud mengingat kenangan ini, namun kejadian ini berawal ketika aku membersihkan sebuah meja belajarku (15/11/12) dan secara tidak sengaja aku menemukan sepucuk surat cinta, dan nampaknya aku sedikit kenal dengan surat tersebut. Tanpa berfikir panjang lantas aku membukannya, dengan rasa penasaran yang membayangiku.
Oh my Good... ternyata ini surat cinta buatku, meskipun usia surat cinta ini lebih dari lima tahun, namun surat ini masih saja terlihat begitu bagus dengan lipatan masih rapi dan tulisan yang masih sangat jelas untuk kubaca. Dan tanpa ragu-ragu aku langsung membuka lipatan demi lipatan dan aku mulai membacanya. Aku hanya bisa tersenyum malu membaca surat ini. bagaimana tidak kisah cintaku yang sudah aku lupakan kini hadir kembali dan membuat aku malu kenapa dulu aku bisa suka dengan dia. Yach mungkin dulu cinta monyet, namun meskipun demikian rasanya lucu saja jika aku mengingat kisah cinta dengannya. Karena meskipun aku pernah di klaim pecaran sama dia, namun aku sendiri tidak pernah merasakan demikian, karena apah? Yah karena aku dan dia adalah sahabat, dan hanya sebatas itu.
Yah, begitulah.. aku tidak harus terlalu banyak mengisahkan kenangan tentang kisahku, biarlah kenangan ini menjadi saksi jika kita hidup dalam sebuah perjalanan waktu, kisah senantiasa berjalan bersama waktu. Biarlah yang telah lalu menjadi sebuah kenangan, dan jalani kehidupan sekarang untuk menciptakan kenangan. Bagaimana kenangan yang akan kamu inginkan semua bergantung pada dirimu. Ciptakanlah kenangan seindah mungkin dengan cara menghiasi harimu penuh kebahagiaan. Kenagan bukan untuk ditakuti atau dicaci. Karena kengangan menjadi sebuah kitab-kitab kisah dan perjalan hidup, so kenanglah kenangan, kenanglah kisahmu. Karena kenangan yang akan mengobati rasa rindumu, saat engkau ingin kembali pada masa-masa itu. (Tulisan saat mengingat kenangan)