Jumat, 12 September 2014

Resensi Buku


Bagi kalian yang ingin melihat contoh resensi, saya mencoba menyajikan bentuk resensi saya dari tugas kuliah Manajemen Mutu Terpadu, Pasca Sarjana, UNNES.
 
RESENSI BUKU I
 
Judul               : Total Quality Management in Education
: Manajemen Mutu Terpadu Pendidikan
Pengarang       : Edward Sallis diterjemahkan oleh Dr. Ahmad Ali Riyadi
Penerbit           : PT IRCiSoD-Divapress Banguntapan, Jogjakarta
Tebal               : 281 Halaman

Buku yang berjudul: Total Quality Management in Education karya Edward Sallis yang kemudian di terjemahkan oleh Dr. Ahmad Ali Riyadi menjelaskan tentang konsep Total Quality in Management (TQM) dalam sebuah pendidikan. Di dalam buku ini menjelaskan bahwa pada mulanya TQM diterapkan pada sebuah perusahaan atau bisnis yang kemudian diterapkan dalam sebuah pendidikan. buku ini menjelaskan tentang TQM yang secara filosofis bahwa konsep ini menekankan pada pencarian secara konsisten terhadap perbaikan secara berkelanjutan untuk mencapai kebutuhan dan kepuasan pelanggan. Dalam buku ini dijelaskan tentang latar belakang lahirnya gerakan mutu yang diawali dari sebuah gagasan tentang konsep mutu yang berasal dari kontribusi Deming, Shewahart dan Juran. Merujuk pada konsep manajemen inilah kemudian Edward Sallis berhasil membuat sebuah konsep tersendiri tentang TQM di dalam sebuah lembaga pendidikan.
Seperti yang di ungkapkan di dalam buku Edward Sallis pada bagian awal disebutkan bahwa tiga tokoh penting tentang mutu adalah W. Edwards Deming, Joseph Juran dan Philip B. Crosby. Ketiganya berkonsentrasi pada mutu dalam industri produksi, meskipun demikian ide-ide mereka juga dapat diterapkan dalam industri jasa. Memang tidak satupun dari mereka yang memberikan pertimbangan tentang isu-isu mutu dalam pendidikan. Namun kontribusi mereka terhadap gerakan mutu begitu besar dan memang harus diakui bahwa eksplorasi mutu akan mengalami kesulitan tanpa merujuk pada pemikiran mereka.
Menurut Edward Sallis dalam bukunya menjelaskan Manajemen Mutu Terpadu (MMTP) sekolah dipahami sebagai Unit Layanan Jasa,  yakni pelayanan pembelajaran. Sebagai unit layanan jasa, maka yang dilayani sekolah (pelanggan sekolah ) adalah: 1) Pelanggan internal yang meliputi: guru, pustakawan, laboran, teknisi dan tenaga administrasi, 2) Pelanggan eksternal yang terdiri atas : pelanggan primer (siswa), pelanggan sekunder (orang tua, pemerintah dan masyarakat), pelanggan tertier (pemakai/penerima lulusan baik diperguruan tinggi maupun dunia usaha) Peningkatan kualitas merupakan salah satu prasyarat agar kita dapat memasuki era globlalisasi yang penuh dengan persaingan. Untuk itu peningkatan kualitas layanan merupakan salah satu cara dalam meningkatkan mutu pendidikan agar dapat survive dalam era global. Secara langsung peningkatan kinerja suatu lembaga pendidikan akan berpengaruh terhadap peningkatan kepuasan konsumen/pelanggan eksternal ataupun internal. 
Total Quality Manajeman di dunia pendidikan seperti yang diungkapkan oleh Edward Sallis bahwa ada beberapa hal pokok yang perlu diperhatikan pertama: Perbaikan secara terus-menerus ( continous improvement), kedua: Menentukan standar mutu (quality anssuranc ), ketiga: Perubahan cultural (change of culture): keempat: Perubahan organisasi (upside down organization), kelima: Mempertaankan hubungan dengan pelanggan (keeping close to the cutomer). untuk keberhasilan penerapan manjeman terpadu memenag tidak mudah diperlukan komitmen dan kerjasama antar departemen yang ada. Oleh karena itu perlu kejelasan sistematis pemberian wewenag antar institusi yang ada.
Jadi dapat disimpulkan di dalam konsep MMTP Strategi yang dikembangkan dalam penggunaan manajemen mutu terpadu dalam dunia pendidikan adalah; institusi pendidikan memposisikan dirinya sebagai institusi jasa atau dengan kata lain menjadi industri jasa, yakni institusi yang memberikan pelayanan (service) sesuai dengan apa yang diinginkan oleh pelanggan (Customer). Jasa atau pelayanan yang diinginkan oleh pelanggan tentu saja merupakan sesuatu yang bermutu dan memberikan kepuasan kepada mereka. Maka pada saat itulah dibutuhkan suatu sistem manajemen yang mampu memberdayakan institusi pendidikan agar lebih bermutu.

Analisi Kelebihan dan Kelemahan Buku:
Kelebihan dari buku Total Quality Management in Education yang di tulis oleh Edward Sallis ini adalah Buku yang ditulis oleh Edward Sallis ini sangat sistematis dalam menyajikan permasalahan yang terkait dengan TQM dalam lembaga pendidikan, mulai dari analisis mutu secara umum terkait dari latar belakanag secara umum lahirnya gerakan mutu, definisi awal, gerakannya dalam bidang pendidikan, tokoh-tokoh mutu dan membahas tentang masalah terkait dengan konsep mutu. Melalui buku ini dia mampu memberikan pemahaman tentang konsep mutu dalam lembaga pendidikan yang diperoleh dari pengalaman dunia bisnis yang dapat di implementasikan dalam sebuah lembaga pendidikan. Edward Sallis mampu membuat sebuah konsep tentang manajemen mutu di dalam sebuah lembaga pendidikan yang mulanya mengadopsi dari manajemen mutu yang diterapkan dalam sebuah bisnis. Dengan adanya buku ini maka akan sangat membantu bagi kalangan praktisi pendidikan untuk dapat mengembangkan lembaga pendidikan yang berorientasi pada mutu dengan melakukan perbaikan secara terus menerus pada institusi atau lembaga pendidikan.
Kekurangan dalam buku Total Quality Management in Education adalah bahwa konsep manajemen mutu terpadu yang dipaparkan oleh Edward Sallis masih bersifat global terhadap sistem pendidikan yang ada. Konsep yang ditawarkan sudah sangat baik tentang manajemen mutu. Meskipun secara keseluruhan proses pendidikan dimanapun sama, namun  tentunya untuk dapat diterapkan dalam konsep pendidikan di Indonesia juga harus memeperhatikan karakteritik pendidikan serta kebijakan yang ada di Indonesia. Sedikit kekurangan lain dalam buku ini adalah kurangnya materi yang diberikan secara lebih mendalam dan mendetail di dalam melakukan perencanaan strategis mutu, sehingga untuk dapat melakukan perencanaan strategis mutu secara baik dan lebih mendetail lagi pembaca harus mencari buku-buku lain yang relevan untuk memahami secara jelas dan komprehensif.
Saran yang dapat saya berikan dalam buku Edward Salllis adalah perlunya dilakukan sebuah penyempuraan atau revisi dengan melakukan penambahan materi dan disesuaikan dengan sistem pendidikan yang ada sekarang, mengingat konsep mutu yang diwatarkan sudah terlalu lama dan perlu dilakukan studi terhadap pengembangan teori yang ada terkait dengan konsep mutu terpadu di dalam pendidikan.
***